Pembukuan Warung Kelontong Sederhana: Apa yang Dicatat
Terbit 19 Oktober 2026. Fakta dicek 12 Oktober 2026.
Pemilik warung biasanya tahu persis barang apa yang laku, tetapi sering tidak tahu apakah usahanya benar-benar menghasilkan laba. Uang kas bercampur dengan uang pribadi, dan catatan ngutang pelanggan tersebar di buku tulis atau di ingatan. Padahal pembukuan warung tidak perlu rumit. Cukup tiga catatan yang konsisten: kas harian, utang pelanggan, dan laba per barang. Panduan ini menjelaskan cara mencatatnya, dengan contoh angka dan penjelasan singkat soal pajak omzet UMKM.
Tiga catatan inti yang cukup untuk warung
- Buku kas harian. Mencatat uang masuk dan keluar tiap hari dengan saldo berjalan.
- Catatan ngutang dan bayar per pelanggan. Mencatat siapa berutang berapa, kapan, dan kapan membayar.
- Catatan laba per barang. Membandingkan harga beli dan harga jual barang yang paling sering terjual.
Tambahan yang berguna: stok barang cepat habis, tetapi mulai dari tiga catatan ini dulu.
Buku kas harian dengan contoh
Aturan pertama: pisahkan uang warung dari uang pribadi. Bila Anda mengambil uang untuk keperluan keluarga, catat sebagai pengambilan pribadi, jangan dibiarkan hilang tanpa jejak.
Contoh satu hari:
- Saldo awal kas: Rp1.000.000
- Penjualan tunai: Rp1.850.000
- Belanja barang dagangan: Rp1.200.000
- Bayar listrik: Rp150.000
Saldo akhir adalah 1.000.000 ditambah 1.850.000, dikurangi 1.200.000 dan 150.000, yaitu Rp1.500.000. Catat saldo akhir hari ini sebagai saldo awal besok. Jika uang di laci tidak cocok dengan angka ini, selisihnya adalah petunjuk: ada transaksi yang belum tercatat.
Catatan ngutang: yang paling sering bocor
Utang pelanggan adalah uang yang sudah keluar dalam bentuk barang, tetapi belum kembali. Jika tidak tercatat jelas, jumlahnya mudah terlupa. Tulis satu halaman per pelanggan, dengan kolom tanggal, barang atau nominal, bayar, dan sisa.
Contoh: Bu Rina berutang Rp120.000 pada tanggal 3. Pada tanggal 10 ia membayar Rp50.000. Sisa utangnya Rp70.000. Pada akhir minggu Anda cukup menjumlahkan sisa semua pelanggan untuk tahu total uang yang masih di luar. Tandai pelanggan yang perlu ditagih, dan ingatkan dengan sopan.
Setiap pembayaran utang harus masuk ke buku kas pada hari uangnya diterima. Bila tidak, saldo kas dan catatan utang akan berselisih.
Laba per barang
Laba kotor adalah harga jual dikurangi harga beli. Contoh sebungkus mi instan: beli Rp3.100, jual Rp3.500, laba Rp400. Margin terhadap harga jual sekitar 11,4 persen (400 dibagi 3.500), sedangkan markup terhadap harga beli sekitar 12,9 persen (400 dibagi 3.100). Jika terjual 300 bungkus sebulan, laba kotor dari barang ini Rp120.000.
Hitung beberapa barang yang paling laku. Anda mungkin menemukan barang yang ramai tetapi labanya tipis, dan barang yang jarang laku tetapi labanya besar. Kalkulator Margin dan Markup membantu mengubah persentase ke rupiah dan sebaliknya.
Omzet bukan laba: memahami pajak UMKM
Pajak UMKM dihitung dari omzet (peredaran bruto), bukan dari laba. Menurut situs Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id, artikel 29 September 2026), PP Nomor 20 Tahun 2026, yang mengubah PP 55 Tahun 2022 dan mulai berlaku 22 April 2026, mempertahankan tarif PPh Final sebesar 0,5 persen dengan batas peredaran bruto sampai Rp4,8 miliar bagi wajib pajak yang memenuhi kriteria. Untuk wajib pajak orang pribadi, bagian peredaran bruto sampai Rp500 juta dalam satu tahun pajak tidak dikenai PPh.
Dengan aturan itu, hitungan contohnya:
- Omzet setahun Rp450 juta: seluruhnya di bawah Rp500 juta, sehingga tidak ada PPh final atas omzet itu.
- Omzet setahun Rp600 juta: yang dikenai hanya bagian di atas Rp500 juta, yaitu Rp100 juta. Pajaknya 0,5 persen dari Rp100 juta, yaitu Rp500.000.
- Omzet setahun Rp700 juta: bagian di atas Rp500 juta adalah Rp200 juta. Pajaknya Rp1.000.000.
Perlu diingat bahwa ketentuan pajak dapat berubah dan ada syarat kriteria wajib pajak. Untuk kewajiban pelaporan dan kondisi usaha Anda, tanyakan langsung ke kantor pajak atau periksa pajak.go.id. Artikel ini bukan nasihat pajak. Catatan kas harian yang rapi membuat Anda mudah mengetahui omzet setahun.
Berkas yang sudah jadi
Bila Anda enggan membuat tabel sendiri, Pembukuan Warung Kelontong berformat Excel dengan 6 sheet. Isinya buku kas harian dengan saldo berjalan, catatan ngutang dan bayar per pelanggan, status perlu ditagih, dan rekap 12 bulan. Pembayaran utang otomatis masuk ke saldo kas. Harganya Rp25.000.
Untuk usaha yang lebih beragam, Pencatatan Keuangan UMKM berformat Excel seharga Rp39.000. Bila Anda butuh pembukuan beserta stok, kasir, invoice, dan kursus mandiri 14 hari, Paket Pembukuan UMKM menyatukan tujuh berkas dengan harga paket Rp98.000.
Semua angka hanya contoh dan bukan jaminan hasil usaha.
Rujukan
- Direktorat Jenderal Pajak, "Omzet Rp500 Juta Pertama: Pajak yang Tidak Dipungut", 29 September 2026. https://pajak.go.id/id/artikel/omzet-rp500-juta-pertama-pajak-yang-tidak-dipungut
Tanya atau pesan lewat WhatsApp 0821-5849-6008
Produk dan alat yang disebut di panduan ini
Pembukuan Warung Kelontong
Excel, Rp25.000
Pencatatan Keuangan UMKM
Excel, Rp39.000
Paket Pembukuan UMKM
Paket hemat, Rp98.000
Kalkulator Margin dan Markup
Kalkulator gratis